"Buku itu gudangnya ilmu," demikian sahabat Rasululloh – Ali - berkata. Buku adalah jendela ilmu, jendela dunia. Dari buku kita akan mengetahui apa saja, dengan membaca membuat kita juga menjadi creatif dan mudah berkomunikasi karena kita kaya akan kosa kata dan pengetahuan. Itu sebabnya sejak kecil kami dibiasakan membaca oleh orang tua kami. Walau dengan keadaan keuangan yang pas-pasan namun kami tetap mendapatkan ‘jatah’ untuk membeli buku atau majalah. Kemarin, ketika kepala sedang kosong ide untuk bahan postingan, tiba-tiba mbak Fanda berkunjung dan memberikan tag lewat blognya. Tag itu berisi tugas yang (kayaknya sih tidak memaksa). Tugas yang mengingatkan kembali akan hobi yang sekarang agak sedikit terlupakan karena tertimbun tumpukan rutinitas.
Tugas itu adalah membuat daftar 15 buku yang akan selalu kau ingat. Ehm..15 buku? Sebenarnya tidak begitu banyak, tapi embel-embel berkesannya itu yg membuat agak sedikit sulit. Karena berkesan itu sangat luas maknanya.
Dari hasil mengingat-ingat (maklum ingatan saya agak sedikit perlu di upgrade) maka munculah 15 buku yang sudah berhasil mewarnai dunia saya. Dan ini dia ke lima belas buku tersebut :
1.Buku para priyayi (Umar Kayam). Inilah buku ‘bergisi’ pertama yang saya baca. Sebelumnya saya itu hanya hobi membaca Donal bebek, cerita detektif, dan komik-komik cantik jepang sebelum akhirnya guru Bahasa Indonesia saya ‘menjerumuskan’ saya kedalam kubangan buku-buku bergisi.
2.Ensiklopedi. Sedari SD, saya adalah penggemar berat ensiklopedi. Bagi saya itu adalah kamus, itu adalah kotak pendora yang berisi segala hal yang saya inginkan. Dari beberapa ensiklopedi yang pernah saya baca, Ensiklopedi Sains & Kehidupan (DR. Suroso A.Y; DR. Anna Purnamasari; DR. Kardiawarman) adalah yang paling berkesan. Ensiklopedi itu masih selalu ada dideretan terdepan buku saya.
3. Kalillah wa Dimnah (Bedapa, dan disadur ulang oleh : Gamal Karmandoko). Buku yang berisi lautan hikmah kisah-kisah fable pembangun kekuatan hati, pikiran dan perilaku.
4.Laa Tahzan (DR. Aaidh ibn Abdullah al-Qarni). Buku motivasi dari perpekstif Islam, Quran dan Sunah bertajuk “Jangan Bersedih” atau dalam bahasa Arab “Laa Tahzan” atau dalam bahasa Inggeris, “Don’t Be Sad”. Buku motivasi hebat yang asalnya dalam bahasa arab dan berada dipasaran dari tahun 2005. Buku yang mengajarkan janganlah merasa sedih karena setiap masa dan keadaan pasti berubah, insyaAllah.Sesungguhnya setelah kesulitan akan datang kemudahan.
5.More Taste Berries for Teens (Bettie B. Youngs,Ph.D,Ed.D & Jennifer Leigh Youngs). Buku yang berisi ± 200 kisah nyata dari remaja dan untuk remaja. Buku yang mengatakan bahwa kita kita bisa menjadi taste berry (pembuat rasa manis) buat orang lain jika kita bias berbagi kebaikan dan kebahagiaan. Membantu sesame melihat kehidupan dari sudut pandang positif.
6.Toto-Chan, Gadis cilik di jendela (Tetsuko Kuroyanagi). Mengajari saya bahwa belajar itu tidak hanya dari bangku sekolah, namun juga dari alam dan lingkungan. Belajar itu tidak hanya tentang berhitung, bahasa, music dan eksak, tapi belajar itu juga tentang persahabatan, rasa hormat dan menghargai orang lain serta kebebasan menjadi diri sendiri.
7.Kado Pernikahan untuk Istriku (Muhammad Fauzil Adhim). Buku ini membantu saya untuk lebih memahami apa yang harus saya persiapkan untuk menjadi seorang ‘istri’.
8.Bertahan Dimasa Krisis (Khoo Kheng Hor). Saya adalah penggemar Sun Tzu, dan buku ini menjelaskan penerapan prinsip SunTzu untuk mengembangkan pola piker strategis dan kreatif.
9.Dunia Sophie, Judul Asli: Sofie's Verden (Jostein Gaarder). Saya yang tidak suka filsafat ‘dipaksa’ untuk penasaran. Buku ini menyediakan time line sejarah pemikiran filosofis manusia sejak jaman Yunani kuno hingga abad ke-20. Penyajiannya dikemas dengan gaya misteri sehingga ada rasa penasaran untuk terus mengikuti perkembangan pemikiran manusia dari zaman berkembangnya mitos-mitos sampai kepada zaman kemajuan ilmu pengetahuan saat ini yaitu dengan adanya pendapat mengenai Dentuman Besar.
10.Quantum Multi Cerdas (Sja’roni, M.Pd.I). Model pembelajaran yang didesain berdasarkan cara otak belajar.
11.ESQ, Rahasia Sukses Kecerdasan Emosi & Spiritual (Ary Ginanjar Agustian). Mencerahkan dan mudah dicerna dalam melakukan transformasi keilmuan dari tekstual ke kontekstual, dari sebuah ide menuju operasional.
12.The Swordless Samurai (Kitami Masao). Yang ini sama dengan Mbak Fanda, banyak pelajaran yang bisa aku dapat dari sosok Hideyoshi.
13.Semua buku karangan Enid Blyton. Inilah buku-buku yang telah menginspirasi saya di waktu kecil untuk berpetualang ^_^
14.Chicken Soup for the Soul at Work (Jack Canfield). Buku yang akan memelihara semangat kita dengan kisah-kisah para pemimpin berani dan akan mendorong kreativitas kita dengan contoh-contoh inspiratif.
15.Tetralogi Laskar Pelangi (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov) karya Andrea Hirata. Buku yang akan selalu mengingatkan saya dan mungkin kita untuk jangan berhenti bermimpi karena mimpi adalah sayap kita menggapai cita.
Terima kasih Mbak Fanda untuk tag-nya yang sedikit memaksa saya untuk membongkar arsip memory di otak tentang buku-buku yang pernah saya baca. PR kali ini diikuti perintah untuk meneruskan ke 15 orang berikutnya, tapi seperti yang sudah-sudah, saya selalu tidak tega untuk membebankan PR kepada teman-teman yang lain. Jadi, jika memang berniat meneruskan tag ini dipersilahkan saja. Semoga kita bisa terus berbagi untuk kebaikan...
“Mbak, bisakah kita mengubah masa lalu? Seandainya saja aku tidak pernah melakukan kesalahan itu dimasa lalu..” Itulah sebaris kalimat yang dikirimkan seorang teman yang sudah saya anggap seperti adek sendiri. Seberapa sering kita menyesali masa lalu kita? Seberapa sering kalimat seandainya saja.., jikalau.., harusnya saya tidak.. atau kalimat lain yang sejenisnya?
Setiap orang pasti pernah berbuat salah entah kesalahan kecil ataupun kesalahan besar, salah menurut orang lain atau salah menurut diri sendiri. Kesalahan adalah suatu hal yang sangat manusiawi. Namun adakalanya, ada suatu kesalahan yang selalu terngiang-ngiang. Lebih menyesakkan lagi jika kesalahan tersebut melibatkan orang-orang terdekat kita, mungkin rasanya beragam, mulai dari malu, tersiksa batin, susah tidur, atau serasa pengen hilang ditelan bumi saja? Hehehe..
Kesannya sih memang sederhana namun pada kenyataannya masalah seperti ini terkadang cukup serius, karena sangat berpotensi untuk menimbulkan trauma yang sangat mungkin membuat seseorang tidak bisa “nyaman” menjalani hidup.
Kita tidak bisa kembali kemasa lalu, kita tidak dapat merubah sesuatu yang telah terjadi. Tapi kita juga tidak mungkin meninggalkan sepenuhnya masa lalu, karena masa lalu adalah bagian yang tidak dapat di pisahkan dari diri kita, masa lalu adalah sesuatu yang telah membentuk diri kita sekarang. Karenanya meskipun kita menangis darah, apa yang terjadi tidak bisa kita replay. Coba saja kembalikan satu detik yang baru saja berlalu, pasti tidak bisa. Apalagi hal-hal yang sudah terjadi sekian tahun yang lalu. Karena tidak ada yg bisa merubah maka tidak ada gunanya menyesal berlebihan.
Namun perasaan bersalah bukan hal buruk jika kita menyikapinya dengan tepat. Karena perasaan bersalah itu menunjukkan bahwa kita masih memiliki perasaan malu dan takut, artinya paling tidak masih ada keimanan. Namun terkadang perasaan bersalah yang berlebihan mampu memberikan tekanan batin yang luar biasa. Karena itulah perasaan bersalah wajib kita kendalikan untuk menghindari diri dari keputusasaan akan masa depan.
Janganlah terus-menerus menghakimi diri kita sendiri dengan perasaan bersalah. Berdamailah dengan masa lalu, dengan tidak lagi menyangkal atas kesalahan yang pernah kita lakukan. Berdamailah dengan perasaan bersalah itu, sadari bahwa perasaan bersalah adalah suatu hal yang alamiah. Pertama, maafkan diri sendiri dulu, karena ketika kita memaafkan diri sendiri maka keterikatan emosi dengan masa lalu tidak dapat mempengaruhi langkah kita ke depan. Lalu yakinlah bahwa Allah itu Maha Pemaaf, jadi jika Allah saja Maha Pemaaf maka siapakah kita yang begitu sulit memberikan maaf pada diri sendiri.
Jika perbuatan salah tersebut melibatkan urusan orang lain segera datangi dan minta maaf padanya, InsyaAllah hati menjadi lebih lega dan akan lebih mudah memaafkan diri sendiri. Jangan lupa tambal kesalahan dengan kebaikan sesegera mungkin agar saldo “tabungan” kita tidak terkuras. Namun yg terpenting dari itu adalah menjadikan kesalahan yang kita perbuat sebagai pelajaran berharga, bukan hanya sekedar kenangan. Yakinkan bahwa kesempatan untuk membenahi diri itu masih ada dan akan selalu ada. Kesalahan bisa kita jadikan cambuk atau cermin, agar kita senantiasa ingat dan tidak mengulanginya lagi.
Bukankah sebaik-baik orang adalah yang berbuat salah namun menyadari kesalahannya dan mau merubahnya, berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Mohon maaf juga untuk Inul (selamat ulang tahun ya Non Cantik ) dan Mbak Elpa, karena saya baru bisa majang awardnya sekarang. Terima kasih untuk awardnya, semoga ini bisa menjadikan kita terus bersemangat untuk blogging.
Untuk teman-teman yg berkunjung, silahkan ambil dan pajang award ini. Ini adalah wujud penghargaan saya pada teman-teman semua..
Waktu kecil dulu, untuk beberapa lama sempat salah memaknai sikap orang tua saya. Bagaimana tidak, untuk beberapa hal selalu saja tidak sama reaksi yang orang tua saya berikan terhadap saya dan adek saya. Saya merasa mereka lebih perhatian kepada adek saya, sementara untuk saya mereka hanya melakukan yang umum. Walau saya tidak protes, karena toh saya selalu bisa menyelesaikan kebutuhan yang saya perlukan, tapi jauh didalam hati saya ada perasaan nelongso, ada perasaan dibedakan. Apa salah saya sehingga sikap mereka berbeda untuk saya dan adek saya, bukankah kami sama-sama anak mereka? Tapi kenapa untuk adek saya selalu saja lebih? Padahal saya merasa kalau selama ini saya sudah menjadi anak yang “manis”, jarang menyusahkan bahkan cenderung penurut kepada mereka. Tidak sayangkah mereka terhadapku?
Tapi syukurnya perasaan itu tidak berlangsung untuk waktu yang lama, karena Alhamdulillah segala kerisauan itu terjawab juga akhirnya. Suatu malam Bapak saya mendatangi saya ketika saya sedang berkemas untuk persiapan study tour sekolah. Saya sudah lupa bagaimana tepatnya ucapan beliau, tapi intinya apa yang selama ini sudah terjadi adalah bentuk kepercayaan beliau terhadap saya. “Aku mengenal karakter anak-anakku, karenanya aku tahu apakah mereka bisa dilepas atau harus diikuti. Dan aku percaya, kamu termasuk anak yang bisa diandalkan, termasuk anak yang bisa dipercaya.”
Jadi jika selama ini, sikap orang tua saya sedikit berbeda terhadap saya dan adek saya, bukan berarti orang tua saya lebih menyayangi adek saya. Tapi karena orang tua saya percaya kalau saya adalah anak yang cukup kuat dan bisa dipercaya, juga karena secara fisik adek saya kebetulan tidak sekuat saya.
Bukankah sering kali kita seperti itu jika melihat orang lain yang hidupnya begitu mudah. Terpenuhi segala kebutuhan hidupnya, dikabulkan segala permintaannya? Berubah menjadi dengkikah kita bila melihat tetangga kita sudah membeli teve baru, mobil baru atau malah pacar baru (..lho). Sementara kita seperti tertatih-tatih menjalani hidup yang seakan-akan tiada habis-habisnya penuh dengan cobaan? Sementara kita sudah merasa kalau kita sebagai hamba sudah menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-NYA. Kita lalu merasa kalau Tuhan sudah pilih kasih.
Tidak, Allah tidak pernah pilih kasih kepada hamba-NYA. Percaya dan yakinlah bahwa Allah sudah mengatur hidup kita dengan cara yg baik. Percayalah bahwa Allah benar-benar mencintai kita, mencintai kita dengan cara-NYA sendiri. Allah mencintai hambaNYA dg cara yg terlalu sempurna. Bahkan, saking terlalu sempurnanya, sering kali kita tak menyadari bahwa kita dicintaiNYA.
Begitulah DIA mencintai kita. Dengan cara2 yg kadang sulit terjangkau oleh akal dan logika kita. Karena cintalah Allah menguji hambaNya.. dan karena cinta pulalah seorang hamba bisa mendekat pada Tuhannya. Maka, tidaklah etis manakala kita mengukur cintaNYA dengan apa yg menimpa kita. Karena cintaNYA memang tdk terukur..
Jangan kita menganalisa seberapa besar cintaNYA hanya bermodalkan apa yg kita lihat dan dengar. Cukup rasakan saja, tidak usah terlalu banyak dianalisa. Semoga kita senantiasa bisa menjaga kemurnian cinta kita hanya untukNYA..
Al Haq min Allah..
Ijinkan pula saya memajang award dari mbak Reni (mbak satu ini sering sekali memberi saya award). Terima kasih mbak untuk award cantiknya ini, semoga kita bisa terus berbagi..