Potensi diri
Dalam beberapa hari akan jadilah sebuah daftar kelebihan dan kekurangan saya. Untuk kemudian saya ulangi lagi sehingga saya menemukan beberapa yang permanen menempel pada saya, baik kelebihan maupun kekurangannya. Kebiasaan yang menyenangkan sebenarnya, karena darinya saya jadi tahu bahwa sebenarnya saya itu punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang ada akan membuat saya makin percaya diri, sedangkan kekurangan yang ada akan membuat saya berusaha memperbaikinya. Kebiasaan ini aku lakukan gara-gara (kalau tidak salah) aku membaca sebuah buku motivasi (judul dan pengarangnya lupa) tentang potensi diri.
Namun entah karena apa, kebiasaan itu tidak pernah saya lakukan lagi sejak lama. Mulanya aku pikir karena kesibukan, tapi belakangan saya tahu bukan itu sebabnya. Karena ketika saya punya waktu cukup senggang dan saya mencoba melakukan kebiasaan itu lagi, saya merasa kesulitan untuk melakukannya.
Ternyata sekarang saya lebih mudah ketika menuliskan kelemahan atau kekurangan saya ketimbang menuliskan kelebihan atau bakat saya yang menonjol. Sepertinya sekarang saya begitu sulit untuk mengungkapkan kelebihan saya (karena setiap kali saya akan menuliskannya saya merasa tidak begitu yakin), tetapi saya bisa dengan ringan menulis betapa saya kurang sabaran, malas, keras kepala, ceroboh dan sejuta kekurangan saya lainnya. Hal ini membuat saya sempat termangu. Mengapa seperti itu?
Apakah semakin kesini saya semakin tidak mempunyai kelebihan? Bohong kalau saya berkata iya, karena tentu saja saya terus berkembang (semoga memang lebih baik). Lalu? Ah, mungkinkah karena pemahaman akan kebudayaan kita yang selalu menekankan pada kita betapa pentingnya rendah hati? Sampai ada peribasa yang dibuat untuk mengingatkan kita akan hal itu pakailah ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk. Salahkah semua itu? Tentu saja tidak. Tetapi disadari atau tidak disadari, hal itu mendorong saya untuk berhati-hati dalam bersikap. Salah-salah saya bisa dianggap sebagai orang yang sombong kalau merasa diri mempunyai kelebihan.
Memang kurang baik untuk memiliki rasa percaya diri yang berlebihan. Tetapi menutupi dan menyelubunginya pun akan membuat kita sering mempunyai gambaran diri yang salah. Tidak semua kemampuan diri yang tidak diucapkan menunjukkan bahwa seseorang itu rendah hati.
Sekarang, rasanya saya perlu lebih banyak belajar untuk bisa mengenali kelebihan dan kekurangan saya dengan lebih objektif lagi seperti ketika saya kecil dulu. Karena saya percaya bahwa seseorang diciptakan lengkap dengan talenta dan keterbatasannya. Ketidakseimbangan mengenali keduanya, sepertinya membuat saya seakan tidak bersyukur pada Sang Pemberi Talenta.
Tidak ada salahnya juga kalau saya kembali melakukan lagi kebiasaan saya yang dulu, karena membuat daftar dengan jujur seperti itu maka secara tidak langsung saya sudah bisa menerima diri saya apa adanya bahkan saya bisa menggali potensi diri saya. Bahwa itulah adanya saya, tidak kurang dan tidak saya lebihkan. Tidak mudah memang, tapi saya akan mencobanya lagi. Tertarik untuk mencobanya juga..?


















21 komentar:
Kejujuran memang sangat diperlukan,... terlebih lagi jujur pada diri sendiri.
Nice posting mbak... saya akan mencoba berbuat seperti mbak.
wah mba ............mungkin karena kita terbiasa melihat sesuatu yang buruk dibandingkan dengan bagian yang baiknya kali ya mba?!?!? bukan karena hal + dalam diri kita berkurang!!!!!...........
Benar, mbak Ajeng. Dulu saya sempet juga membuat list seperti itu, bahkan berikut "dream list".
Dan tidak berlanjut. Baca postingan mbak saya jadi diingatkan kembali.
Kita coba lagi, yuk?!
sombong itu kan penyalahgunaan rasa percaya diri. saya suka tips-nya mbak selalu menulis kekurangan dan kelebihan. akan saya coba praktekkan di keluarga :)
makasih...
dg kata lain, harus sering instropeksi diri ya, sis.
@Pak Iwan : Ayuk Pak..Kita coba setidaknya jujur pada diri sendiri
@Jhoni : Bisa jadi seperti itu Bli..
@Annie : Waaaa..Dream List ya mbak? Iya, saya ingat punya dream list juga ^_^
@Sibaho : Sama-sama Bang..
@Mbak Fanny : Hu uh mbak..
memang sulit untuk mendiscribe diri kita sendiri..kadang malah byk kekurangannya.. hehe.. tapi memang tujuan ini untuk menggali potensi diri yg terselubung.
Kebiasaan muhasabah sangat baik bagi kita. Mendukung Mbak.
hem, iya instropeksi diri. saya sekarang juga merasa sedang 'down'. levelnya sudah jauh dari rendah hati. merasa tidak memiliki apa-apa untuk dibanggakan.
*yaaah, jadi curcol deh*
wagh ilmunya patutu dicoba itu mbak... apalagi bagi saya,... trimakasih mbak atas pencaerahannya.... :D
kecenderungan manusia ketika mulai bisa menemukan kelebihannya adalah memamerkannya. ini yang menjadi daya tarik ketika mulai memahami kelebihan. semoga ini tidak berlaku bagi kita..semoga
Wah, ide yg menarik.
Aku mau coba ah idenya mba ajeng.
Tapi emang iya sih mba lebih gampang nemuin kekurangan kita dibanding kelebihan.
Makanya di form isian kalo ngelamar kerja gitu, kalo ada pertanyaan apa kelebihan anda, suka bingung jawabnya hehe
mengenali kekurangan kita memang cara introspeksi diri supaya tidak tinggi hati, dan menjadi bijak dalam bersikap.
Tapi jgn melulu larut dengan kekurangan kita sehingga jd takut untuk maju.
*gilee gw bisa komen serius bo'*
yup.. benar sekali Bu.. kita pasti memiliki banyak kekurangan di setiap kelebihan, yg mungkin saja tidak kita sadari dan sangat perlu untuk kita catat dan kita perbaiki.
idenya menarik banget nih mbak... pantas dicoba... thanks atas sharingnya...
wah...ini menarik nih...
perlu di coba...
Bener mbak, dengan mengenali diri sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, maka kita dapat menggali potensi yang kita miliki.
Aku tetap setuju bahwa rendah hati itu perlu ..!
Nice post..!
Memang sebaiknya kita mengenali kekurangan kita karena dengan itu kita akan memicu untuk menjadi lebih baik dari segala sisi dan akan membuat kita menjadi lebih tawadlu dimata Allah dan umat,dari pada kita mengenali kelebihan yg ada pada diri kita ..yang terlihat hanyalah kesombongan.
@Tips yang jitu mba ..makasih ya udah share untuk kami..^_^
"Dirimu adalah Apa Yang Kamu Pikirkan"
Pikiran adalah Bunga sedangkan tindakan adalah Buah, Kalau kita berpikir kecil maka kita akan menjadi kecil, kalau kita berpikir besar maka kita akan menjadi besar, semuanya tergantung dari bagaimana pikiran kita bekerja
pikiranmu adalah tindakanmu, tindakanmu adalah kebiasaanmu
kebiasaanmu adalah karaktermu
karaktermu adalah nasibmu
potensi diri dan kelebihan bisa dibentuk kalau kita mau, kalau saat ini kita bingung menemukan kelebihan dan potensi diri kita, maka carilah semua potensi yang kita inginkan berada di diri kita dan secara bertahap rubahlah diri sesuai potensi tersebut maka suatu saat kita akan benar-benar menjadi pribadi seperti yang kita inginkan dengan memperbaiki kelemahan-kelemahan kita -( Dream List )-
Tuhan membenci kesombongan yaitu membanggakan diri sendiri tetapi Tuhan sangat Menyayangi kepada manusia yang berilmu sehingga dengan potensinya bisa membantu memperbaiki kehidupan disekitarnya
Love And Care,
aku bahkan ngga tau potensiku @__@
thx info ya
Poskan Komentar