Menuliskan apa yang aku lihat, dengar, rasakan dan pikirkan...

Adzan itu...

Jika ditanya apa acara televisi favorit saya, maka jawabnya adalah tayangan adzan maghrib di Metro Tv. Saya tidak bercanda, memang tayangan itu yang saya suka . Walau saya tidak begitu sering melihat televisi dan sering melewatkan tayangan itu, namun saya memang suka dengan visual yang mengiringi adzan magrib di Metro tersebut. Mungkin kedengarannya konyol, namun demikianlah adanya :)

Visual yang ditayangkan tidak lebih dari 3 menit tersebut dikemas sedemikian menyentuh [bagi saya]. Disana tertulis, bahwa adzan yang bergema diseluruh penjuru bumi akan terus mengawal bumi berputar sampai hari kiamat nanti. Terus menerus, bersahut-sahutan dari belahan benua yang satu ke benua lainnya.

Bukankah bumi mempunyai perbedaan waktu antar wilayahnya? Begitu fajar menyingsing di sisi timur Indonesia, ribuan muadzin di kawasan timur Indonesia mulai mengumandangkan tauhid kepada yang Maha Kuasa. Proses itu terus bergerak ke arah barat. Ketika adzan belum berakhir di Indonesia, muadzin di Malaysia sudah mulai mengumandangkan pula adzan. Terus ke Birma, Dacca, Srinagar dan seluruh kawasan India. Sebelum adzan berakhir di India, muadzin di Afghanistan sudah mengumandangkan adzan pula. Berurut kemudian Mekkah, Madinah, Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak. Lalu ke benua Afrika, Siria, Mesir, Somalia, Sudan, disusul Turki, Tripoli dan seluruh kawasan Afrika.

Sebelum adzan subuh mencapai pantai atlantik, kumandang adzan Dhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia. Ketika adzan dhuhur belum mencapai Dacca, adzan ashar telah pula dikumandangkan di Indonesia. Demikian juga ketika Jakarta berkumandang adzan Maghrib, maka adzan Isya’ telah dimulai di sekitar Sulawesi. Bila muadzin Indonesia mengumandangkan adzan subuh, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan Isya’. Demikian terus menerus, bersahutan tanpa terputus.

Subhanallah...

Adzan terus akan mengawal putaran bumi untuk mengumandangkan tauhid kepada Dzat yang Maha Kuasa dan risalah kenabian Nabi Muhammad SAW. InsyaAllah, adzan akan terus menerus berkumandang sampai akhir putaran bumi nanti... [Amin]

Namun dibalik hal tersebut, entah kenapa terbersit kemirisan dalam diri saya. Kenapa saya merasa kalau fungsi adzan sudah bukan lagi sebagai panggilan untuk shalat, tapi tidak lebih hanya sebagai ‘alarm’ yang sering kali kita abaikan keberadaannya.

Apakah kala adzan Subuh berkumandang kita masih meringkuk didalam hangatnya selimut, lalu kita masih disibukkan dengan pekerjaan kala adzan Dhuhur dikumandangkan. Adzan Asyar masih kita lewatkan dengan pekerjaan serta persiapan untuk pulang. Dan seringnya adzan magrib serta Isya’ terlewat karena kita lebih terpaku dengan acara di televisi [kadang didepan internet]? Astaqfirullah...

Bukankah harusnya adzan adalah panggilan untuk menghadap-Nya, untuk sejenak meletakkan semua urusan dunia yang telah menjerat hari-hari kita? Bukankah harusnya adzan adalah panggilan agar kita menumpahkan kerinduan kita pada-Nya? Untuk sejenak mengungkapkan syukur untuk setiap jengkal hidup kita, untuk sejenak ‘bercerita’ pada-Nya [walaupun Allah tentu sudah tahu semua ‘cerita’ kita]. Ya Rabb, lalu dimana Engkau saya letakkan jika panggilan untuk menuju-Mu saja sudah saya abaikan...

Ketika getaran adzan tidak lagi menggetarkan hati, apakah ini pertanda bahwa hati kita mendekati azal, nyaris mati [mungkin jangan-jangan malah sudah mati suri]. Naudzubillah...

Bukankah salah satu indikasi kita mencintai Allah adalah kita selalu merindukan adzan, karena panggilan itu mampu menggetarkan hati untuk menemui Allah, melepas kerinduan, melepas lelah setelah ‘mengejar’ dunia…

Jadi ingin mengukur seberapa rindunya saya kepada Allah kala adzan menggema. Jadi ingin menenamkan pada diri bahwa hidup adalah perpindahan dari satu waktu shalat ke waktu shalat yang lain, bahwa shalat bukan sekedar kewajiban tapi juga kebutuhan, bahwa shalat adalah amalan yang pertama dihisab, bahwa shalat adalah tiang agama, bahwa shalat adalah syukur, bahwa sholat adalah doa … Dan bahwa saya butuh Allah.

Jangan sampai panggilan yang agung berkumandang itu hanya akan menjadi alarm saja keberadaannya.

=================================================================
Catatan penanda kalau saya juga harus mengurangi keinginan untuk melihat tayangan adzan maghrib di televisi itu, walau saya menyukainya.

32 komentar:

Subhanallah sodaraku postingan yang menggugah dan mencambuk nurani yang seringkali melalaikan hal yang sangat vital
Benar bahwa adzan tidak pernah terhenti bersautan,
Semua komponen alam juga tak henti terus berdzikir menjalankan amanahnya,
Semua komponen alam juga berthawaf pada pusaran ka'bah sesui amanah yang diembannya.
hanya saja ...
nurani dan telinga kita telah terhijab kecintaan dan hubbud dunia.

semoga dengan suara adzan kita bisa menjawab setiap lantunan muadzin dengan jawaban shalat tepat waktu, bukan jawabab kalimat. Insya Allah akan begitu indah hidup ini

SUBAHANALLAH...
terbayang kumandang adzan yang terus bersahutan sepanjang hari hingga kiamat nanti...

semoga kumandang indah adzan itu tak hanya menjadi alarm seperti alarm2 biasa saja yah mba'... tetapi menjadi pengingat kita untuk selalu ingat dan mendekat pada ALLAH

terima kasih mba' dengan posting ini pun telah mengingatkan saya ^^

SUBAHANALLAH...
terbayang kumandang adzan yang terus bersahutan sepanjang hari hingga kiamat nanti...

semoga kumandang indah adzan itu tak hanya menjadi alarm seperti alarm2 biasa saja yah mba'... tetapi menjadi pengingat kita untuk selalu ingat dan mendekat pada ALLAH

terima kasih mba' dengan posting ini pun telah mengingatkan saya ^^

Adzan kini sudah beralih fungsi....:(

saya juga suka visualisasi pengiring adzan itu.
sedang tentang andzan yang sudah jadi seperti alarm saja, memang patut kita renungkan masing-masing; sudah sejauh apa makna adzan tereduksi dalam hidup kita sehari-hari?

Subhanallah ...
membaca tulisan ini saya merinding, mbak. Terus terang saya belum pernah melihat adzan di Metro TV, baru tahu dari sini. Terima kasih mbak, saya menulis ini sambil bercermin diri

wah pemikiran yang luar biasa bu......jangan jadikan adzan cuma sebagai penanda........


apa kabar mba' jeng!?!?!?

Aku belum pernah nonton adzan di Metro TV mbak karena channel Metro TV tidak jelas.. Jadi pengen nonton.
BTW, terima kasih ya mbak sudah mengingatkan lewat postingan yg bagus banget ini.

Mbak, merinding juga aku menyadari bahwa kumandang adzan tak pernah terputus setiap hari... hingga akhir jaman nanti. Subhanallah....

apalagi kalau bulan puasa ya mbak, adan maghrib memang yg paling ditunggu.

tunggu, metro TV.... yah itu bukti betapa kalimat ALlah akan selalu dikumandangkan setiap saat disetiap belahan bumi.. saya juga suka pengemasan nya.

Pagi Ajeng, lagi2 rumah hijau ini memberikan kesejukan dalam jiwa..
Subhanaallah..luar biara, hal yang tidak kita sadari sebelumnya..
Semoga saja kita semua dan lainnya akan selalu dengat akan panggilan merdu itu ya Ajeng..
Tapi sayang dirumah Metro TV tidak dapat siaran...

Aku juga suka lihat adzan maghrib mbak
kisahnya bagus2..

waaah mba nonton metro berarti setelah shalat maghrib di tempat mba ya?
keknya selisih 10 menit dengan Jakarta (metrotv)

maaf baru bisa bw neh mba
jiahahahaha....

Trmakash atas pencerahan ini mbbak, jadi paham akan sesuatu.

Hmmm,,,,iya saya sudah baca. Subhanallah begitu takjub!!!!!

terimakasii mba' buat pencerahannya... semoga jd renungan buat kita semua ;)

ya saya juga menyadari bahwa selama ini masih mengabaikan suara adzan tersebut, apalagi kalau jam2 kerja ....

salam alaikum mbak...

Alahu Akbar, Allah Maha Besar.
dimanapun tempatnya dan kapanpun waktunya
hanya Dia yang pantas dipuja dan diingat

nice post..

setuju sekali dengan tulisan ini...info yang keren...met malam...

mbaaaakkkk kita kok sama sih...
saya juga suka tayangan adzan di Metro TV. nambah pengetahuan dan bangga menjadi umat islam.

salam sobat
saya di S.A suka lihat adzan tayangan di TV Trans7,melalui internet TV ol.
semoga adzan terus bergema,walaupun bumi Indonesia sedang dilanda bencana.

Adzan mengiringi perjalanan bumi....

tinggalkan urusan duniawi , bergegas memenuhi panggilannya. itulah sebaik-baiknya ibadah...

Masya Allah lagunya bagus sekali.... makasih membuat aku bisa berfikir

saya juga sering liat azan di metro tv lhoo..

Allah tlh menunjukkan kehebatan islam, tpi jrg yg menyadari akn hal ini.

Aku pun suka nontonin Adzan.. tapi klo boleh tau knp yg di MetroTV agak beda sama Adzan lain?? hhe.. klo aku biasanya mantengin yg di TVOne hhe...

oiya slam knal dlu.. aku Follow ya sekalian(DJ Site)... met aktivitas.. :)

ya shalat itu kebutuhan bukan sekedar kewajiban, nice post tq 4 share :)

adzan shubuh kok skarang ngga ada lg perasaan di tv yaa

makasih Mba udah diingetin. Kadang gw kalo dzuhur dan ashar masih ajah suka nagret. Astagfirullah