Menuliskan apa yang aku lihat, dengar, rasakan dan pikirkan...

Mencukupkan diri

Gambar : asal nyomot dari inet

Sedikit tergelitik dengan kata-kata kakak ipar. Katanya, “Dulu belum punya motor berdoa kapan ya bisa punya motor, yang jelek juga gak apa-apa. Setelah punya, ternyata masih pengen motor yang agak lebih kerenan sedikit. Masih pengen ini, masih pengen itu, masih pengen begini, masih pengen begitu. Namanya manusia ya, enggak ada cukupnya.”

Cukup, kata yang sederhana dan sederhana pula maknanya. Tapi ternyata paling sulit dilakukan. Seringnya kita selalu merasa serba kurang.

Yang belum bisa makan pengen bisa makan, ketika sudah bisa makan pengen bisa beli baju, baju terbeli pengen punya sepeda, ketika sepeda sudah adapun masih pengen motor juga, lalu rumah, mobil dan entah apa seterusnya. Belum lagi masalah perasaan, orang tua merasa anaknya kurang serius belajarnya, si anak mengganggap orang tua kurang murah hati karena terlalu menuntut ini itu. Suami beranggapan istri kurang pengertian dengan keadaannya, istri mengeluh si suami kurang perhatian. Guru pusing karena merasa si murid kurang perhatian dan konsentrasi belajar, si murid merasa gurunya kurang sabar. Semua merasa serba kurang!!

Kapankah kita bisa berkata ini sudah cukup buat saya...
Loh, lalu apa kita harus berpuas diri dengan keadaan kita sekarang? Tidak boleh punya keinginan? Tidak boleh lebih?

Tentu saja kita boleh memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa ‘perasaan ingin’ adalah awal langkah yang akan terus menerus menghantui kita karena setelahnya kita akan dikejar perasaan ingin dan ingin. Dan jangan artikan cukup sebagai kondisi stagnan, mandek, atau berhenti. Lalu kita berpuas hati dengan keadaan kita yang sekarang. Karena kalau itu yang terjadi, maka kita tidak akan berkembang. Cukup bukan berarti kita berpuas diri lalu berhenti berusaha, berkarya dan berikhtiar.

Dengan cukup harusnya akan mampu membuat kita ‘bisa’ melihat apa yang telah kita terima. Bukan apa yang belum kita dapatkan. Kalau kita hanya melihat apa yang belum kita dapatkan maka selamanya tidak akan pernah ada kata cukup. Cukup bukanlah melulu soal berapa jumlahnya dalam hitungan kalkulasi matematika. Cukup – menurutku – adalah soal ‘rasa’ dalam hati (semoga kata-katanya tidak terlalu ‘muluk’).

Karena cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa bersyukur. Mensyukuri apapun, berapapun yang sudah kita dapatkan. Sambil tidak lupa terus berusaha semaksimal mungkin, semampu kita. Belajar mencukupkan diri atas nikmat yang sudah kita dapatkan, tidak membiarkan kerakusan hawa nafsu kita.

Lihat keadaan di sekeliling kita, lalu pikirkan yang sudah kita miliki.

If we look at what we have in life, we will always have more. If we look at what we don’t have in life, we will never have enough..

Saya sedang belajar untuk berkata cukup..

47 komentar:

manusia memang tak pernah merasa cukup :)
banyak belajar dri postingan ini
untuk lebih bersyukur terhadap apa yang diberikan Allah

manusia normal selalu punya hasrat,keinginan dan ambisi...dan banyak juga manusia yang egois selalu melihat keatas,"bukankah langit itu tak dapat di jangkau bagaimana pun kita berusaha meraihnya"...begitulah sifat manusia yg selalu melihat keatas berusaha untuk meraih apa yg ada di atas.

Intinya adalah kita harus belajar berlapang dada menerima apapun itu pemberian Allah SWT (memang di dunia ini kita yang berusaha namun Allah lah penentu usaha kita),dan tidak berburuk sangka kepada NYA.

Benar sekali, nice post!

tul, manusia kadang gak pernah merasa puas.hehee

iya mbak, manusia itu tidak pernah cukup, sudah diberi nikmat minta lebih....

Selalu saja aku menemukan kesejukan setiap mampir kesini. Thanks ya mbak utk artikel yg luar biasa ini.

Aku juga akan belajar utk berkata cukup, mbak.
Semoga saja berhasil... hehehe

hidup ini nikmat banget kalau kita pandai bersyukur...

Trimakasih atas pencerahanny ini mbak, skrang saya baru tahu, bahwa kita hrus bljr untuk mencukupi dengan apa yg kita punya. blum tentu apa yg kita pnya itu orng lain jug pnya,

Ikut belajar merasa cukup....apa kabar mbak Adjeng ? lama tak bersua :D

Trims pencerahannya, mari kita selalu mensyukuri nikmat yang telah kita terima dari Allah!

cukup itu berapa ya?

selamat berakhir pekan :)

yeahhhhhhhhhh itulah manusia, ga pernah bisa cukup. tapi klo selalu ga merasa cukup maka kita termasuk orang ya ga bersyukur.

Rumah hijau yang selalu menyejukkan...mb juga suka sama warna hijau...
Itulah ya..kita manusia sulit sekali untuk selalu mengatakan cukup..atau stop..
selalu saja menginginkan yang lebih meskipun sudah punya....
Semoga mb bisa bersyukur dan cukup menerima dgn iklas apa yg sudah didapatkan...

Begitulah manusia...
Padahal kalo kita bersyukur kan akan ditambah lagi Nikmatnya oleh Yang Maha Kuasa...Amin.
Kangen nih dah lama gak BW kemari... :P

Keinginan adalah sumber penderitaan... (mengutip syair lagunya Iwan Fals)

Salam kenal Mbak. Kunjungi blog baruku ya :)

Orang yang tidak merasakan kebahagiaan di rumahnya, maka di tempat lain pun tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Orang yang tidak disenangi keluarganya, maka tidak seorang pun yang akan menyenanginya. Dan, orang yang menyia-nyiakan hari ini, berarti dia telah menyia-nyiakan hari esok.

Belajar sesuatu yang kecil akan melahirkan sebuah sesuatu yang lebih besar.

Sukses selalu.

Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog”

kalo bagiku segala sesuatunya ga pernah akan cukup, tapi aku paham apa yang dinamakan 'butuh' dan 'membatasi diri' :D heheheh

maaf jarang mampir dikarenakan kesibukan yang lumayan menyita waktu :D hehehe

@Chikarei : Kita sama-sama belajar agar lebih baik
@Zan insurgent : Yups..
@Zian : Terima kasih..
@Mbak Fanny : Dan kita manusia ya mbak.. Hehehe
@Ica : Manusia kan? :D
@Mbak Reni : Sama-sama mbak..
@The Others : Amiiin..
@Komunitas Sragen : Manggut-manggut..
@Embun : Walah, pencerahan..
@Mbak Winny : Alhamdulillah baik mbak.. Iya, saya juga lama tidak BW mbak [malu..]
@Nuansa Pena : Mariiii..
@Rakun : Tidak ada hitungan matematika yang bisa mengkalkulasi cukup
@Ario : Lalu..?
@Ibu Dini : Go green ya mbak :D
@Bunda Hesti : Kangen juga Bu.. Lama juga tidak silaturahmi ke tempat Zidan
@Mas Mot : Salam juga..
@R. Indra : Sukses..
@April : Sudah menduga jawabanmu Pril.. Dimaafkan [soalnya aku juga jarang ke tempatmu je, hehehe..]

Gabung ya mba..
nice banget postingannya mba, ternyata makna kata cukup dalem banget ya :)

salam sobat
setuju mba, memang harus mencukupkan diri,
tanpa menunggu kepuasan yg berlebihan dalam hidup.

hidup dng semadyanya, penuh syukur sungguh menentramkan batin.

Kalau hanya merasa "cukup" disaat kita belum butuh itu mudah :) tapi kala kebutuhan itu mendesak dan harus, jadi lain ceritanya hehe

berkunjung untuk mencari info yang bermanfaat dari blog ini
salam kenal sekalian izin follow
jika berkenan follow balik ya
terima kasih

kunjungan pagi sobat
met beraktifitas ya

demi semangat saya tetep berkata tidak cukup... meski dalam hati ya bersyukur.. haha

kata cukup sering kali menjebak manusia untuk serakah dan menghalalkan segala cara, salam hangat dari pantai selatan

Mencukupkan diri dengan bersyukur akan lebih nikmat, tanpa hasrat/keinginan hidup kurang baik, namun jangan sampai kita tenggelam dengan hasrat kita sendiri.

Salam hangat dari jembrana Bali

waduh...

mbak makasih arikelnya ;)

itulah nikmatnya hidup serba kekurangan, setiap saat selalu memiliki keinginan dan harapan. Orang yang tidak lagi memiliki keinginan dan harapan sudah tidak betah lagi hidup :D

Manusiawi banget kalo manusia itu dilengkapi dengan perasaan serakah dan ingin menguasai orang lain

tapi semuanya tergantung bagaimana mengendalikannya
manusia tak akan pernah puas dengan apa yang dimiliki

terkadang emang kita harus belajar berkata "Cukuo"...

memang kalo nda ada kata cukup di hati trus ngikutin keinginan2 duniawi ini nda da slese2nya ya mbak..

mav neh mbak, tadi komentnya dari link di sajak di bawah jendelanya buwel, jadi nyangkanya jarang apdete padahal sayanya ya yang jarang koment... eheheh
mav ya mbak...

Namanya manusia kan selalu pengen lebih..
Bisa beli sepeda mulai berfikir beli yang lebih (motor)
Bisa beli motor, mulai berpikir ndak puas trus mulai ngincar mobil...
yah namanya manusia, sudah bawaan lahir kayaknya

Mba ajeng bener banget...
tapi namanya manusia itu emang gag pernah merasa cukup.. walpopun udah kelebihan juga hehehe..
so Do I... cant stop my eager desire...

alhamdulillah ... akhirnya bisa koment juga, disini.
Saya jadi ingat nasihat orangtua :"lihatlah ke bawah dalam hal keberuntungan karena hal itu akan membuat engkau bersyukur, dan lihatlah ke atas soal prestasi karena hal itu akan membuatmu terpacu untuk lebih baik lagi"

Semoga kita bisa memaknai kata cukup dengan lebih proporsional ya, mbak. Trims pencerahannya.

Aslkm. Hi Mba Ajeng, maap neh baru main2 kesini lagi. sejak pulang mudik tanggal 28 Sept gw kena penyakit males ngeblog. Tapi sekarang alhamdulillah malesnya dah agak2 berkurang so mulai lagi deh posting2 dan berkunjung ke rumah tetangga :-)

Bener banget Mba postingannya, manusia selalu merasa kurang. Gw juga lagi belajar untuk selalu menanamkan kata 'cukup' itu, di kepala gw. Lagian cape kalo nengok ke atas mulu, bawaannya pasti yah ga akan pernah cukup

Okeh deh, sekian dulu yah Mba kunjungan subuhnya. Have a nice wiken. Kiss kiss dari Zahia :-)

berbahagialah kalo orang sudah merasa cukup

BERSYUKUURRR BERSYUKURRR :)

> Assalamualaikum Ning salam silaturrahim dari srengat ke Kediri, ternyata kita tetangga

> mengikuti setiap untaian kalimat yang dipaparkan sungguh memberikan makna yang mendalam. Bahwa cukup itu relatif tergantung sudut pandang seseorang, namun mengartikan cukup dengan kontrol hati yang merasa bahagia dan ikhlas atas apa yang telah diterima adalah jauh lebih memberikan ketenangan.

>ijin follow ya Ning dan nempel link

lagi sibuk apa bu guru :)

cocok banged buat pencerahan di pagi yang mendung ...

*ngangguk2

iya mbak,, sulit sekali untuk berkata cukup. dan aku akan selalu belajar untuk itu,, makasih ya mbak postingannya sangat membangun...

makanya sob, melihat itu jgn ke atas, tp ke bwh.
misalkan kita punya sepeda, lihatlah org lain yg selalu jln kaki..
maka disitu akan timbul rasa syukur.
kalo kita udh mensyukuri yg kita punya, insyaAllah kita akan selalu merasa cukup.
betul gak?

saat ini manusia gampang sekali berubah sifatnya. kadang tawadhu kadang juga sombong. hmmm, capek dech.

Iya Betul...
Kita harus melihat diri Kita dari sudut pandang orang lain yang lebih kekurangan dari kita.
maka kita kan selalu bershukur dan merasa cukup.