Menuliskan apa yang aku lihat, dengar, rasakan dan pikirkan...

Sapa dan Salam (ku)


Gambar : asal nyomot dari inet

‘Berubah’
Satu kata itu yang sering saya dapatkan dari teman lama kala kami bertemu. Awalnya saya tidak begitu menganggapnya, secara semua orang pasti mengalami perubahan. Karena bagaimanapun perubahan adalah sebuah keniscayaan. Namun lama-lama penasaran juga, apa kiranya yang menurut mereka ‘berubah’ pada diri saya. Karena saya sendiri merasa tidak terlalu banyak berubah :)

“Dulu, jangankan menyapa dulu. Disapa wae cuek, enggak mau balas, senyum basa-basi juga enggak. Hadeeeh.. parah kamu itu. Untung aku kenal kamu sudah sejak TK, dadi wes apal. Kalo enggak.. Maaf wae wes... Padahal apa sih susahnya nyapa atau senyum duluan?” [gubraks..] Jawaban jujur teman saya ini membuat saya ingin pingsan :) Segitu parahnya saya dulu..

Ehm, tapi itu dulu kok.. Karena kata mereka, sekarang saya jauh berubah, lebih ramah dan lebih terbuka dibandingkan dulu yang cuek dan pendiam [yang ini masih perlu diragukan, apa iya saya dulu pendiam??].

Tapi memang demikianlah adanya. Satu hal yang mungkin sepele bagi orang tapi [dulu] sulit untuk saya lakukan adalah menyapa. Kedengaran lucu? Mungkin tidak untuk orang-orang yang sudah mengenal bagaimana saya, atau minimal tahu saya sebelumnya. Namun untuk orang yang belum mengenal saya, bisa jadi iya. Mungkin akan terpikir, dimana susahnya menyapa? Toh tinggal say “hello” atau “Assalamu’alaikum”, selesai.

Sayangnya, saya termasuk golongan makhluk yang [dulu] pelit bicara. Saya memilih ‘sok’ menyibukkan diri daripada harus beramah-tamah dengan orang lain jika kebetulan ada dalam suatu even tertentu [sungguh, contoh ini jangan ditiru ya]. Dan karena demikianlah adanya saya waktu itu, maka jika ada yang mengatakan saya sombong, apa mau dikata saya tidak bisa menolaknya. Namun sungguh, tidak terbersit sedikitpun perasaan sombong itu.

Bukan perkara mudah memang menyapa seseorang terlebih dahulu, terlebih menyapa orang lain hanya untuk sekedar mengajak ngobrol atau mungkin berbasa basi. Diperlukan keberanian dan keluwesan tersendiri untuk itu. Dan itulah yang terjadi dengan saya, perasaan takut nantinya dibilang sok akrab, bingung mau ngomong apa, malu, malas menyapa karena takut tidak dijawab [yang ini sungguh pernah saya alami dan langsung membuat ‘down’, hehehe..] dan berbagai sugesti lainnya yang masuk ke otak yang akhirnya memerintahkan saya untuk diam.

Sampai suatu saat [saya lupa kapan tepatnya, kalau tidak salah ingat sewaktu saya SMA] Bapak menyentil saya, ”Kalau mau didoakan orang lain, ya harus mau mendoakan orang lain juga.” Maksudnya??

Kata beliau cukup sapa dan berilah salam kepada orang lain, maka kita sudah mendoakan orang tersebut. Dan ketika kita berdoa untuk orang lain, sesungguhnya kitapun berdoa untuk diri kita sendiri. Bukankah “Salam” berarti doa untuk orang yang diberi salam. Artinya saat seseorang memberi salam, maka itu pertanda dia mendoakan kesejahteraan dan keselamatan kita.

Dari Abdullah bin Amru bin Al-'Ash ra, dia berkata : Seorang bertanya kepada Nabi saw : Amalan apakah yang terbaik dalam Islam ? Nabi menjawab : "Memberi makanan dan memberi salam terhadap orang yang kau kenal atau tidak kau kenal". (Bukhari Muslim).

Dan Sapa, adalah jendela komunikasi kita dengan orang lain [tentu saja bahasa Bapak saya tidak sekeren ini]. Bukankah ketika kita menyapa, berarti kita sudah mulai berinteraksi dengan orang disekitar kita. Dengan hanya memberi sapaan sederhana saja kita sudah menyambung tali silaturrahmi dengan orang lain. Dan bukankah menurut Rasulullah SAW, Allah SWT akan melapangkan rezeki dan memanjangkan umur orang yang suka menyambung tali silaturahim. Ehm, pada akhirnya semua kembali lagi kepada kita juga kan?

Pengalaman sederhana tentang menyapa tersebut jadi mengingatkan saya pada Emmanuel Lévinas, filosof, yang mengemukakan gagasan yang tampaknya sederhana,"Apa yang terjadi kalau orang menyapa kita?" Menurut Lévinas, menyapa berarti mendekati seorang sesama, ‘membagi keberartian kepadanya’. Dengan demikian, bila ada orang yang menyapa kita, maka ada dua hal penting yang termuat dalam sapaan kita. Pertama, kita menyampaikan kepada orang yang kita sapa bahwa ia mempunyai arti bagi diri kita. Kedua, kita mengekspos diri. Kita keluar dari persembunyian. Kita membuka diri terhadap kehadiran orang lain dengan mengambil risiko kita akan dilukai atau sakit hati [terutama bila orang yang kita sapa mengabaikan atau mengacuhkan]. Hehehe.. Pak Lévinas ini tahu saja.

Dan ketika kita membuka diri kita untuk pertemanan yang tulus, maka akan kita dapatkan sesuatu yang luar biasa [bahkan kadang melebihi yang kita bayangkan], bahwa kita adalah orang yang diakui dan [bisa] mengakui, bahwa kita diterima keberadaannya. Bahwa kita adalah bagian dari umat.

Lalu ketika pada akhirnya saya tahu manfaat sapa dan salam itu, adakah alasan buat saya untuk tidak membudayakan sapa dengan salam kepada sesama? Karena sungguh saya serasa dicemplungkan pada regenerative experiences (pengalaman pembaruan) untuk lebih bisa meresapkan kekuatan menyapa.

Jadi.. “Assalamu’alaikum teman-teman, apa kabar harimu?” ^_^

41 komentar:

memang ada orang2 tertentu yg pendiam banget, sis. spt pacar saya juga gitu. diamm banget dan gak isa basa basi. gak bisa menyapa gitu. padahal hatinya baik..

selamat tahun baru :D

Bener katak Bapaknya Ning Adjeng bahwa dengan menyampaikan salam, kita telah saling mendo'akan. Alhamdulillah kalo kita terbiasa melakukan kemudian kita "terlupa" maka akan terasa ada ganjalan.
Selamat menjemput 2011 semoga ke depannya kita semakin dimudahkan salam segala urusan

PadaUcapan salam memang sangat baik sekali.Tidak mesti harus ucucapan "Assalamualaikum", tetapi bisa dengan "Mari Pak/Bu" atau "Selamat pagi Pak/Bu"
Saya mempunyai pengalaman begini :
Waktu itu saya dari parkiran mobil jalan kesuatu perkantoran dan melewati gardu Satpam.Disitu duduk seorang Satpam.Saya perhatikan dari banyak orang lalu lalang melewati gardu tersebut tidak ada orang yg menyapa satpam tsb, dan seperti itu adalah hal yg biasa. Ketika saya melewatinya saya sapa dia "Mari Pak "(karena saya pernah dapat pelatihan kepribadian, dan memberi sapaan kepada siapa saja /yg memungkinkan adalah hal yg dianjurkan.Dan Pak Satpam menjawab dg antusias " Ya buu, mari bu !!"Ada dua atau tiga kali saya ke kantor tersebut, dan saya selalu menyapanya.Pada suatu hari saya mengalami kesulitan memarkir mobil saya tengak tengok tidak kelihatan tukang parkirnya.Tiba2 datang pak Satpam itu berlari-lari kearah saya.padahal posisi saya ini tidak di perkantoran tempat pak satpam itu jaga, tetapi diseberangnya dipisahkan oleh jalan raya besar.Saya yakin sebenarnya pasti nanti ada bapak2 disekitar saya yg akan datang membantu saya dan saya yakin pak satpam pun juga tahu itu, cuma pak satpam tersebut antusias sekali untuk bisa membantu saya.Saya jadi berpikir, oh barangkali ini karena Sapaan " Mari Pak" yg selalu saya ucapkan itu....Jadi saya yakin sapaan ramah itu entah langsung atau tidak tentu memberi berkah.

Wah, berarti idem denganku mbak. Aku dulu jg paling susah menyapa duluan. Kalo sekarang, wah..begitu duduk breng orang2 yg belum kenal, perasaan aku jd yg paling bawel, hehehe...
Kurasa, pengaruh bekerja/berkarir juga ada dalam membentuk kepribadian kita.

waalaikum salam,
semoga menjadi doa bagi kita semua...terutama yang mengucapkan salam dan menjawabnya...

selamat tahun baru...2011
semoga menjadi lebih baik..

selamat tahun baru~~~ ^^

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, mbak. Apa kabar?

waalaikumsalam
alhamdulillah hari ini luar biasa mba^^
hehee

Jalan jalan ke pasar baru
Awas awas jangan kesasar
2011 tahun baru
Moga mawas diri dan sukses besar

wa'alaikum salam..kabar baik mbak..he..he..he...

Assalamu'alaikum wr. wb.

Berkunjung ntuk menyapamu :)
"bahwa kita adalah orang yang diakui dan [bisa] mengakui, bahwa kita diterima keberadaannya. Bahwa kita adalah bagian dari umat." Btul 3 x

Waalaikum salam...
Mbak, aku datang untuk menyapa mbak Ajeng nih.
Apa kabar mbak...?
Sayang sekali kita tak sempat bertemu di Kediri kemarin ya..?

Shasaku juga pemalu dan sulit untuk menyapa duluan. So, aku harus terus menerus memberinya dorongan agar mau menyapa lebih dulu.
Tapi, anakku selalu menutupi sifat pemalunya dg tersenyum.. jadi tak terkesan sombong. hehehe

Mb juga dulu seperti itu, dan sekarang pun terkadang masih agak malu2 ya walaupun udah agak lumayan.

Selamat Tahun Baru 2011 ya..moga di tahun ini kita menjadi manusia yang lebih baik dan berguna.

bu, susah mengganti template

Assalamu'alaikum wr. wb...

bila kita menyadari, perubahan memang terjadi setiap saat,, dan bila kita memnyikapinya dengan positif, maka akan positif pula.. :p

oh ya mbak, link mbak agustin sudah terpasang disidebar saya.. link balik ya?

perenungan. Bu Ajenng terimakasih atas postingannya. keren. hmm,,,
ya kalau boleh saya jujur, dulu sih emang ibu kurang nyapa kali ya...
tapi itu dulu kan bu.. sekarang 'berubah'
^^V

memang sangat ampuh tuch kalimah salam,hanya dengan mengucap salam,pandangan orang lain bisa berubah positif terhadap kita

salam sobat
sapa dan salam juga termasuk ibadah, makanya orang yang tidak menyapa atau mengucapkan salam tersebut sangatlah merugi.

Kunjungan awal di blog ini pada tahun 2011 ....

salam sobat
renugan yang meyejukan hati

wa'alaikum salam wrwb, sapaku jg utkmu mb

salam hangat dr ku

mhon do'a jg atas brita duka di http://kakmila.wordpress.com/2011/01/04/semangat-sembuh-untuk-sausan/

Assalamualaikum Mbak Ajeng... Lama sekali aku gak main2 kesini.... Serasa berabad-abad lamanya.... he...he.... Mudah2an Mbak Ajeng selalu sehat dan selalu diberi kemudahan dalam berbagi ilmu via blog ini....

Sahabat tercinta,
Dengan hormat saya mengundang sahabat untuk mengikuti Kontes Unggulan Cermin Berhikmah (K.U.C.B).
Sahabat hanya diminta untuk menulis sebuah cerita fiksi mini dan menuliskan hikmah atau pelajaran yang dapat dipetik dari cerita yang telah anda tulis. Setelah itu daftarkan artikel tersebut diblog saya - New BlogCamp -

Hadiahnya sih tidak seberapa tetapi begitu selesai mendaftarkan artikel, anda akan merasakan suatu sensasi yang membahagiakan karena telah mampu menulis suatu artikel yang lain dari biasanya.
Jika berminat silahkan klik :
http://newblogcamp.com/kontes/kontes-unggulan-cermin-berhikmah

Terima kasih
Salam hangat dari Surabaya

Walaikumsalam mbak, kabar saya baik :)

bagi saya dulu, menyapa adalah terlalu basa-basi. ternyata menyapa itu mempererat silaturahim dan bukan basa-basi kok mbak... :)

wa'alaikumsalam mbak ajeng :)

Wah , Buwel juga kena masalah yang sama neh mbak, jarang menyapa dulu.
Duh mw dirubah ndak ya sifat tak mw menyapa dulu... heeee
pa kabar mbak ajeng... ;-)

Hehehe kalo gw mah justru SKSD palapa Mba orangnya :-)

Btw apa kabar neh Mba Ajeng? Kayanya lagi sibuk yah?

Mba, ada lomba kecil2an di blog keluargazulfadhli. Sok monggo kalo mo ikutan. Ditunggu loh partisi-sapinya :-)

wa'alaikum salam...wah..ketinggal banyak nih..itu dulu aja ya comentnya mbak..he..he.he..

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
salam kenal Mbak ajeng, "doakan lah orang lain agar kita juga di doakan oleh orang lain" saya setuju dengan kalimat itu.

waalaikumsalam wr wb

kalo henny lebih sering menyapa dengan senyum mbak. ketemu orang dijalan juga (meskipun nggak kenal) kalo dia senyum, ya dibalas senyum juga. hahaha

Wa'alaikumsalam mbak, salam kenal.
^_^

waalaikumsalam... pa kabar?

kalo menurut saya sih mbak ajeng emang berubah
berubah makin cakep. hehehehhe.

*dasar emak-emak, lagi mabok pun masih sempet ngegodain* hehehehhehe

salam kenal dan salam hangat dari bali non....

Salam..
Hallo Ajeng gimana kabarnya, pasti sekarang sedang sibuk ya sampai2 sudah lama sekali tidak muncul dirumah mb..
Ada PR yang harus diambil nich...bisa lihat di sini ya..
http://barbiedini.blogspot.com/2011/02/pr-bunda-dina-inspirasi.html

walaikum salam.. kata upin ipin..
pakcik makcik apanya yang berubah..
bahan bacaan saya :
jurnal
ekonomi andalas

salam sobat
berkunjung mba,
semoga sehat dan sukses selalu.

salam memang sangat penting bagi kita. dengan kata lain kita bisa saling tegur sapa di ridhoi Allah SWT

salam kenal

salam, bertegur sapa dan berjabat tangan adalah ciri khas bangsa kita yang terkenal dengan keramah tamahanya...