Menuliskan apa yang aku lihat, dengar, rasakan dan pikirkan...

Aku dan media sosial..

Assalamu’alaikum teman-teman... ^_^

Beberapa bulan ini jagad media sosial diramaikan oleh situs jejaring sosial Google+. Banyak yg ingin mencicipi Google+ yg masih dalam taraf uji coba ini, termasuk saya. Bukan sok ketika saya juga ikut ‘ribet’ mengutak-atik Google+, tapi semata karena hanya ingin tahu seperti apa Google+ itu.

Gambar : ambil dari google


Namun, setelah dipikir lagi akhirnya saya memilih menghentikan keribetan saya tersebut. Cukuplah saya punya akun disana saja. Lho, kenapa? Karena berangkat dari pengalaman yang lalu dimana saya dulu pernah kenal yang namanya Friendster, stumbleUpon, digg, tagged, blog, muxlim, plurk, koprol, myspace, facebook sampai twitter, pada akhirnya semua akun itu terbengkalai juga. Kecuali facebook [karena teman dan keluarga banyak yg disana] dan twitter yg masih saya tengok.

Menurut saya semua media sebenarnya serupa, tapi bentuknya saja berbeda. Intinya mereka hanyalah sebuah media sosial yang memberikan ruang bagi kecepatan informasi dan interaksi agar berpartisipasi dg memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat.

Setiap kita punya hak untuk memilih akan menggunakan media yang mana, dengan dasar alasan yg berbeda tentu saja. Kalau saya, pertimbangan pertama ketika menentukan media apa yang tepat adalah, apakah dengan bergabung dalam media tersebut kualitas hidup kita semakin meningkat? Lebih jauh lagi, apakah kita juga bisa memberikan andil meningkatkan kualitas hidup orang lain? Karena pada dasarnya media tsb hanyalah sebuah media yg tidak akan berarti apa-apa kalau kita tidak membuatnya berarti. Kitalah yang akan memberikan nilai, memberikan ‘warna’ pada media itu? Apakah menjadi merah, hitam atau putih.

Dan saat ini masih blog yang memberi saya kenyaman
an, blog masih menjadi media sosial yg lebih saya pilih dibanding media lain [walau ada masanya saya hiatus juga dari sana]. Secara pribadi saya merasa dibalik keunggulannya, media sosial yg lain bisa menjebak pemakainya. Orang bisa terjebak dalam kegelisahan, misalnya kegelisahan saat bingung untuk menulis status apa. Ketidakmampuan melakukan kontrol ini yang secara psikologis menjadikan seseorang menuliskan status yang tidak penting. Alih-alih memberikan kemanfaatan bagi para pengguna lain, yang ada justru kita turut andil dalam memproduksi sampah digital. Oleh karenanya kini saya memutuskan untuk menggunakan facebook, plurk,twitter, koprol dan teman-temannya secukupnya saja. Dan lebih menuangkan pemikiran ke blog.

Blog, memberikan ruang yang lebih luas buat saya. Blog tidak mengejar spontanitas dan instanisme belaka. Blog memberikan kesempatan kepada pemakainya untuk berpikir lebih dalam, lebih [mungkin] logis dan lebih sistematis. Efek blog juga merangsang kita agar lebih rajin membaca untuk sebuah kualitas postingan, walaupun [jujur] ada juga blog yg asal.

Dengan menulis, mau tidak mau saya harus banyak membaca, baik dari buku maupun dari website lain untuk memperluas wawasan saya. Aktivitas menulis blog merupakan proses belajar. Ketika kita mengungkapkan pemikiran kita (beberapa blog ada yang mengungkapkan perasaan) melalui blog, kita akan belajar untuk mengenal perasan dan emosi yang muncul dari peristiwa tsb. Sehingga semakin lama kita akan semakin mengenal diri kita sendiri.

Kata orang, pelangi itu terlihat indah karena warnanya yang berbeda-beda, demikian juga dalam dunia bloging. Bertemu dan sharing cerita dengan berbagai type manusia membuat hidup kita menjadi lebih berwarna. Ada romantisme warna merah, ada kesenduan warna jingga, ada keceriaan kuning, ada ketentraman dalam hijau, ada kedamaian biru, ada pula kisah pilu dalam nila dan penuh pengharapan dalam warna ungu. Berjajar seimbang dan selaras dalam keharmonisan dan penghargaan, tanpa menonjolkan perbedaan usia, latar belakang pendidikan, pekerjaan, budaya, suku dan agama. Itulah indahnya blogging…

Bagi saya ngeblog bukan sekadar trend, namun lebih dari itu, ngeblog adalah suatu proses untuk mencapai kebutuhan yang lebih tinggi yaitu Self Actualization (Aktualisaai diri).

Kita disediakan banyak ‘warna’ oleh Allah yang bisa kita gunakan untuk mengecat kanvas hidup kita masing-masing. Jadi pilihlah ‘warna’ yang kita inginkan menjadi karakter kita, warna yang juga akan memperindah warna disekitar kita…

21 komentar:

Sudah sangat banyak yang saya bisa dapatkan dari ngeblog.
Apa kabar Mbak?

setuju, belum ada media sosial yg bisa ngalahin blog menurut saya...


ngomong2 soal G+, sampai sekarang saya belum pernah nyoba udah kirim permohonan sih tp belum diundang juga hhhh.... #lho malah curhat -_-'

saya udah ngga penasaran lagi mbak dengan jejaring sosial yg ada, cuma FB & blog yg skr dipakai ...
apa kabar mbak ..

bener sxali media blog tempat bisa berexpresi menuangkan uneg2,saling share,,bahkan berbagi informasi,dan pengetahuan yg pada umumnya yg di sampaikan adalah positip..

kayaknya Google Plus belum banyak yang make di indonesia...atau saya yg kuper ya hehehhee

assalamu'alaikum Mbak,
saya dulu paling tidak suka kalo disuruh ngarang ato nulis dalam bentuk apapun. Nah setelah ketemu dengan blog, ternyata memacu saya untuk lebih melatih diri mengolah apa yang saya tangkap menjadi sebuah tulisan walopun isinya masih jauh dari kriteria tulisan yang baik. Paling tidak dengan blog saya bisa menambah silaturrahim dan wawasan

google plus one hadir sebagai ancaman bagi facebook!

yup..dari sekian banyak media sosial, aku lebih suka blog... :)

maaf ajeng, aku baru mampir ke sini...apa kabar?
aku follow ya, di no.540.. thanks :)

setuju.........
aiiih main setuju aja aku ini
socmed tuh mirip2 aja
dan terlalu banyak akibat keinginan pengusaha mencari untung di socmed itu.

tinggal kita pilih2 aja mana yg berguna dan diperlukan.
dan....
ngeblog teteup hehehhehe

mba win menurut dokter Insya Allah akhir september ini

dan satu lagi, ngeblog skrg tak perlu nulis panjang2 sampe berparagraf2 lho..asal 1 gambar, ditambah sedikit ulasan 1 paragraf, rasanya sudah cukup.

tidak perlu jg nulis panjang2, yang sampe kadang2 sudah membual...hihi

meski banyak jejaring sosial, tp nyuma blog yang bisa dijadikan tempat yang paling nyaman buat cerita, share dan curhat hehehe
kunjungan balik mbak, alhamdulillah kabar ku baik, mbak pa kabar??

berkat blog aku bisa mengenal banyak karakter dalam menulis, salah satunya dengan bu guru ini hehehe

belom pernah coba karena gaptek

social media memang membuat interaksi semakin cepat. real era digital!
tapi blogging tetap punya tempat bagi orang2 yang ingin sharing lebih dalam spt mba...


happy blogging!

Wahhh, saya kurang begitu paham dengan ini

mbak ajeeengg...kangeen deh...daku pindah rumaah...

media sosial sekarang semakin banyak varian aja.. G+ aih belum aku jajal...
setuju dah,blog takkan lengkang oleh waktu menurutku..mo hiatus brapa lama eh tetep baliknya ke blog...

Setuju sekali, selama ini saya juga intens ngeblog daripada media sosial yang lain. Yang lain cuma punya akun doang dan tidak pernah update sama sekali.

assalamualaikum. kunjungan perdana.

selamat pagi mba Ajeng. saya baru belajar nulis + blog. mohon bimbingannya.

salam kenal.

Aku sendiri hanya punya facebook dan twitter mbak.. tapi di keduanya aku juga tidak aktif..

yapz,, saya sich punya banyak media sosial tapi sekedar tuntutan kerja tuh....

Ass..salam kenal ..setuju mbak..memang lebih pas blog jika kita ingin mengekspresikan diri