Menuliskan apa yang aku lihat, dengar, rasakan dan pikirkan...

Dunia ini tidak adil ???

Assalamu’alaikum teman-teman ^_^

“Dunia ini sungguh enggak adil..”

Sering mendengar kata itu, minimal pernah mendengarnya? Atau jangan-jangan kita sendiri sering mengucapkannya? Kalau pada saya, yang sering terjadi justru munculnya pertanyaan : “Identikkah adil itu dengan sama? Apakah adil itu selalu sama dan apakah sama itu selalu adil?” Waa.., kenapa sekarang saya jadi suka mikir yang ruwet ya? :)

Gambar: ngambil dari google


Adilkah jika anak 17 tahun dan 5 tahun sama-sama dibelikan sepeda motor? Kalau ada anak yang sekolah SMA, SMP, SD dan TK, tentu uang saku harian mereka berbeda-beda bukan? Kalau sama rata pasti namanya nggak adil kan?

Allah Maha Adil..
.. tapi dunia ini diciptakan penuh ketidakadilan.

Allah Maha Adil bukan berarti lalu menciptakan dunia yang adil. Dunia ini memang diciptakan penuh ketidakadilan. Ada orang-orang yang terlahir miskin. Maaf, yang walaupun dia jenius, tetap saja tidak bisa masuk ke sekolah unggulan yang menarik iuran mahal. Ada juga orang yang bekerja keras dengan hasil sedikit, namun tidak jarang ada yang bekerja santai dengan hasil yang banyak. Itu realita..

Lalu kata siapa dunia itu adil?
Dunia memang tidak adil...

Kalau kita meyakini Allah itu Maha Adil, kemudian Allah menciptakan lingkungan yang adil buat kita, maka kesimpulan itu salah. Allah Maha berhak untuk menciptakan dunia yang penuh ketidakadilan [menurut kita]. Karena sesungguhnya inilah keadaan yang seadil-adilnya dari Allah SWT. Bukankah sungguh mudah bagi-Nya untuk membuat keadaan menjadi adil? Tapi justru dunia diciptakan-Nya dengan penuh ketidakadilan..

Dunia memang penuh dengan ketidakadilan, namun Allah akan menilai kita dengan adil, yaitu bagaimana ikhtiar kita bereaksi terhadap ketidakadilan itu. Allah adil dalam menilai amal kita, karena itu Allah memang sengaja menciptakan dunia yang tidak adil.

Jadi, dunia ini tidak adil..

Sebuah buku tulisan Richard Koch berjudul The 80/20 Principle mengupas banyak tentang dunia yang tidak adil itu. Telah ditemukan bahwa pekerja dengan jabatan yang lebih tinggi justru bekerja jauh lebih mudah dan santai dengan imbalan yang jauh lebih besar. Distrata lebih bawah pekerjaan bisa lebih sulit, anehnya dengan imbalan lebih sedikit.

Tentu saja buku itu (juga tulisan ini) tidak bermaksud membuat provokasi untuk unjuk rasa menggugat ketidakadilan. Buku itu mengingatkan bahwa dunia yang sejati itu memang tidak adil.

Jadi kita harus menyadari dan menerima bahwa banyak hal itu tidak adil. Negara misalnya, sering tidak adil. Lingkungan pun demikian, sering tidak adil. Bahkan sistem di kantor kita pun sangat mungkin tidak adil. Karena pada kenyataannya memang sampai sekarang masih terjadi silang pendapat tentang seperti apa bentuk yang adil itu. Dan pada akhirnya adil yang sempurna itu memang tidak ada. Apa yang dipandang adil oleh seseorang, bisa dipandang zalim oleh orang yang lain. Apa yang pimpinan pandang adil, bisa jadi dipersepsi tidak adil oleh bawahannya.

Mari kita terima saja bahwa dunia ini memang tidak adil. Jangan terlena oleh buaian penghibur yang mengatakan dunia ini adil. Kita terima saja bahwa kerja keras kadang tidak berkorelasi positif dengan penghasilan [kenapa contohnya harus penghasilan ya?]. Tapi apa iya lalu kita lantas tidak bekerja keras? Tidak bukan?

Karena Allah Yang Maha Adil sungguh telah membekali diri kita dengan `potensi keadilan' untuk mengarungi dunia yang tidak adil. Bukankah kita di anugerahi tidak hanya sekedar kecerdasan emosi (tekun bekerja keras) dan kecerdasan spiritual (bersabar dan bersyukur)? Tapi juga kecerdasan power (menjadi cerdik dengan worksmart)? Maka dengan modal itulah kita dibekali untuk hidup dalam ketidakadilan didunia ini..

Awalnya tentu kita berusaha untuk adil buat diri kita sendiri. Kalau bekerja, ya boleh-boleh saja kerja keras, tapi bila senja telah tiba, ingatlah untuk segera pulang karena keluarga menunggu di rumah. Itu adil buat kita, juga adil buat keluarga kita. Bila tugas kantor menumpuk, ambil jeda untuk istirahat dan olahraga ringan, karena itulah yang adil buat tubuh kita. Bila sistem kerja di kantor belum bisa mencapai bentuk yang ideal (dimana keadilan terjadi dengan merata), maka kitalah yang harus cerdik memutar otak agar masih bisa berlaku adil. Dan yang tidak boleh lupa, keadilan pada diri kita bahwa sesungguhnya kita membutuhkan Allah Yang Maha Adil. Jadi, jangan pernah lupa untuk selalu 'berdialog' dengan Sang Yang Maha Adil.

Mula-mulanya kita ciptakan keadilan buat diri kita sendiri. Setelah itu kita ciptakan keadilan buat keluarga kita. Lalu kantor kita dan orang-orang yang lebih jauh dari kita. Terus seluruh umat manusia dan alam semesta [semoga yang ini tidak berlebihan]...

Allah Yang Maha Adil sengaja telah menciptakan dunia ini penuh dengan ketidakadilan...

Tapi kelak di akhirat kita akan memperoleh keadilan yang sebenar-benarnya...

Tapi tentu saja kita juga tetap harus berjuang semampu kita agar keadilan tegak di dunia ini...

NB : Kayaknya baru kali ini saya menulis sesuatu yang ruwet bin tidak jelas begini. Semoga saya bisa adil juga dengan otakku :)

10 komentar:

dunia ini tdk adil mmg di ciptakan oleh Allah tuk menguji hati dan keimanan umat manusia,,dan Allah maha adil akan memberi balasannya bagi umatnya yg sabar

tergantung gimana kita melihat dan merasakan...
yang jelas apa yg tuhan cipatakan telah sempurna... :)

Hallow :)
saya baru balik dari mudik. walau telat, masih boleh mengucapkan mohon maaf lahir bathin kan? :)
Have a nice day ^^

Hallow :)
saya baru balik dari mudik. walau telat, masih boleh mengucapkan mohon maaf lahir bathin kan? :)
Have a nice day ^^

Allah menciptakan dunia dan keadaanya adalah yang terbaik bagi hambanya........
ketika kita merasa itu tidak sesuai dengan keinginan kita berarti kita yang harus menyesuaikan diri.........

ehehehe yup aku setuju dng postingan ini...adil dapat dilihat dari beberapa aspek..

jika memang benar Tuhan menciptakan dunia ini dengan tidak adil, bukankah manusia bisa menciptakannya, menyeimbangkannya? sebagai contoh untuk masyarakat kita di pedalaman. Tuhan udah menciptakannya demikian. tetapi, pemimpin kita, seharusnya dan sebaiknya bisa membuat masyarakat pedalaman itu menjadi sebuah daerah yang mudah dijangkau demgam membuat transportasi yang ideal seperti di daerah2 lainnya, jangan terus dibiarin kaya gitu; jalan berlubang2 dan jelek2.. itu misalnya... :D

maaf komenku kepanjangan..dan maaf kl ga nyambung hehehe..

dunia adil/tidak adil itu sebenarnya tergantung dari yang merasakan sesuai dengan lingkungannya...

wah kalo itu ada muatan politiknya...........he..he.

Dulu waktu ibu sama ayah meninggal dunia aku juga pernah mengatakan itu...sepertinya dunia ini tidak adil terhadapku..

Orang yang baik kenapa selalu di ambil begitu cepat.

Tapi bila kita dapat memikirkannya dengan positif semua ketidak adilan itu ada hikmah disebaliknya.

Mungkin si tanteh Ajeng ini cuma lagi kena problematicaszx. Yang sabar saja ya.. semua pasti akan kembali seperti sedia kala. Mungkin orang ke tiga bisa membantu?